- Eco Friendly
- Lyocell Canvas Twill
- Lyco Poplin
- Lyco Linen 40s
- Lyocell 60s
- Lyocell 80s
- Premium Linen Modal
- Koze Intermodal
- Bamboo 40s
- Bamboo Twill
- Tencel Eco 30s Twill
- Ecovero 30s
- Cotton Dobby
- Cotton Rayon 40s
- Rayon 50s
- Rayon 60s
- Rayon 30s
- Rayon Twill 30s
- Viscose Kulit Jeruk
- Rayon Herringbone
- Rayon Satin
- Woven MVS
- Cotton
- Tencel, Linen & Bamboo
- Rayon & Viscose
- Silk
- Voal Polyester
- Other Polyester
5 Jenis Motif Kain Sasirangan dan Arti Simboliknya dalam Budaya Banjar
Banyak yang memakai motif kain sasirangan hanya karena bentuknya menarik. Tapi sayangnya, makna dan filosofi di baliknya sering diabaikan atau bahkan disalahartikan. Padahal, dalam budaya Banjar, setiap motif punya makna filosofisnya tersendiri.
Yuk simak simbol dan filosofinya supaya Anda bisa sepenuhnya menghargai warisan ini dan memakainya dengan lebih bangga!
Apa Itu Kain Sasirangan?
Kain sasirangan adalah kain tradisional khas suku Banjar di Kalimantan Selatan yang dibuat dengan teknik pewarnaan ikat celup atau batik ikat menggunakan bahan perintang seperti tali atau benang yang dijahit sesuai pola tertentu sebelum dicelup pewarna sehingga menghasilkan motif khas dan unik.
Nama ‘Sasirangan’ sendiri berasal dari bahasa Banjar, yaitu ‘sa’ yang berarti satu dan ‘sirang’ yang berarti jelujur atau lajur, merujuk pada teknik menjelujur kain dengan benang sebagai perintang sebelum proses pewarnaan.
Asal Usul Kain Sasirangan
Sumber: Pinterest
Kain sasirangan sudah dikenal sejak abad ke-12, tepatnya di masa Lambung Mangkurat, patih Kerajaan Negara Dipa. Awalnya, kain ini tidak digunakan sebagai pakaian sehari-hari, melainkan sebagai pengobatan spiritual.
Dulu, kain sasirangan dipercaya mampu mampu menyembuhkan penyakit dan mengusir roh jahat. Misalnya:
- Warna coklat diyakini bisa meredakan tekanan jiwa.
- Kombinasi warna kuning dengan pinggiran hijau dan motif ketupat merah dianggap sebagai penyembuh utama, karena warna kuning melambangkan dewa-dewa Hindu dan dipercaya punya kekuatan untuk menangkal gangguan gaib.
Sebelum digunakan, kain ini biasanya diasapi dupa dan dibacakan shalawat pada malam Senin dan Jumat sebagai bagian dari proses ritualnya. Selain untuk pengobatan, Sasirangan juga digunakan sebagai perlengkapan upacara adat Banjar, seperti sebagai:
- Laung atau ikat kepala dan kakamban atau kerudung, laung dipercaya bisa mengatasi sakit kepala atau pusing.
- Sarung atau ikat pinggang, yang diyakini bisa meredakan demam, penyakit perut, dan gatal-gatal.
Fakta Unik Pembuatan Kain Sasirangan di Masa Lalu
Pada masa lalu, pembuatan kain Sasirangan sangat terbatas. Karena dianggap sakral, proses pembuatannya hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang memahami tata cara ritualnya. Ini bertujuan untuk menjaga keaslian, kekuatan spiritual, dan kesucian dari setiap lembar kain. Bila dibuat tanpa pengetahuan adat, dikhawatirkan akan berdampak buruk atau kehilangan makna aslinya.
Ciri Khas Teknik Pewarnaan dan Motif Kain Sasirangan
Motif kain sasirangan tercipta dari teknik ikat celup. Kain putih akan dijahit atau diikat membentuk pola tertentu, lalu lalu dicelup ke dalam pewarna. Bagian yang diikat tidak terkena warna sehingga membentuk motif khas setelah benangnya dilepas.
Teknik pewarnaannya sendiri terdiri dari beberapa metode, seperti pencelupan satu warna, pencoletan untuk motif warna lebih dari satu, atau kombinasi keduanya. Motifnya umumnya tersusun secara vertikal dan terinspirasi dari alam, tumbuhan, serta simbol budaya Banjar.
Proses pembuatannya dimulai dari:
- Menyiapkan kain putih.
- Menjahit pola dengan benang jelujur.
- Mencelupkannya ke dalam warna.
- Lalu melepas benang, dan mencucinya.
- Setelah kering, kain akan disetrika supaya halus.
Jenis kain yang digunakan pun bervariasi, seperti kapas, satin, sutra, rayon, hingga polyester, tergantung kebutuhan dan hasil akhir yang diinginkan.
5 Motif Kain Sasirangan dan Maknanya

Sumber: Pinterest
Beberapa motif ada yang sudah diakui dan dilindungi pemerintah sebagai warisan budaya, seperti:
1. Motif Kambang Raja
Motif Kambang Raja biasanya disusun secara simetris dan beraturan menyerupai mahkota bunga dengan detail yang artistik. Motif ini secara harfiah berarti ‘Bunga Raja’ atau ‘Mahkota Raja,’ yang melambangkan keagungan, kemuliaan, dan martabat tinggi. Secara tradisional, motif kain sasirangan ini sering dikenakan oleh bangsawan atau orang yang punya kedudukan penting dalam masyarakat Banjar.
Secara simbolik, motif ini menggambarkan rasa penghormatan kepada leluhur dan pemimpin serta menandakan kesetiaan dan kewibawaan dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya Banjar. Biasanya, motif ini dipakai dalam acara adat resmi, sebagai simbol status sosial dan kehormatan.
2. Motif Bayam Raja
Motif ini berupa garis-garis vertikal melengkung dan patah-patah, biasanya disusun berderet sebagai pembatas antara motif-motif lain pada kain sasirangan. Maknanya berkaitan dengan kewibawaan, martabat, dan posisi terhormat seseorang. Dalam budaya Banjar, motif ini biasa dipakai oleh mereka yang dianggap punya kedudukan tinggi atau dihormati dalam adat.
Bentuk garisnya yang tidak lurus menyimbolkan perjalanan hidup yang penuh tantangan. Di sisi lain, bentuk itu juga mencerminkan ketegasan dan jiwa kepemimpinan.
3. Motif Kulit Kurikit
Motif Kulit Kurikit terinspirasi alam dari tumbuhan kulat karikit. Sejenis jamur yang hidup menempel pada batang atau dahan pohon tanpa merugikan tanaman inangnya. Filosofi dari motif ini mengajarkan hidup mandiri dan kuat, meski bergantung pada orang lain. Sama seperti jamur yang tidak bersifat parasit, motif kain sasirangan ini menyimbolkan sikap hidup yang saling menghormati dan tidak merugikan sesama.
4. Motif Ombak Sinapur Karang
Motif ini menggambarkan ombak laut yang menerjang karang. Motif ini melambangkan keteguhan, semangat juang, dan ketangguhan dalam menghadapi pasang surut kehidupan.
Seperti ombak yang terus datang dan karang yang tetap kokoh, motif kain sasirangan ini menggambarkan kekuatan masyarakat Banjar dalam menghadapi ujian hidup. Warna yang digunakan biasanya adalah biru untuk kedamaian, hijau untuk kehidupan, dan merah untuk semangat.
5. Motif Naga Balimbur
Motif Naga Balimbur menggambarkan seekor naga yang sedang berenang di perairan yang luas dan dalam. Istilah ‘balimbur; sendiri berasal dari kata “limbur” yang berarti membasuh diri, yang melambangkan proses pembersihan diri secara spiritual.
Dalam filosofi masyarakat Banjar, naga merupakan simbol kekuatan, kewibawaan, dan perlindungan. Namun, dalam motif Naga Balimbur juga melambangkan harapan agar pemakai kain memperoleh keseimbangan jiwa, kebahagiaan, serta kemurnian rohani.
Dulu, motif ini sering dikenakan oleh pendekar dan petinggi istana sebagai simbol keberanian dan status, sekaligus perlambang harapan akan kemurnian rohani.
Kain Sasirangan di Masa Kini

Sumber: Pinterest
Kini kain sasirangan sudah banyak diadaptasi menjadi pakaian formal sampai produk kreatif seperti aksesoris. Proses pembuatannya juga berubah mengikuti permintaan pasar. Meskipun proses pembuatannya masih mempertahankan teknik jelujur tradisional, pewarnaannya mulai beralih ke bahan alami agar lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan standar pasar global.
Bahkan, sejak Juni 2024, Sasirangan diakui sebagai produk Indikasi Geografis oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, sehingga desain dan motifnya mendapat perlindungan hukum yang memperkuat daya saing dan mencegah klaim dari pihak lain.
Kreasikan Motif Sasirangan Anda Sendiri Bersama Inoui Print
Kalau bisa cetak motif kain sasirangan sendiri dengan kualitas terbaik, kenapa puas dengan yang biasa?
Cukup kirim desain Anda ke tim ahli Inoui Print. Pilih lebih dari 50+ jenis kain natural dan organik dengan minimal order 10 meter saja. Hasil karya kain sasirangan Anda siap dikirim dalam waktu waktu 7–14 hari.
Bebas khawatir soal kualitas karena teknologi digital printing Inoui Print memastikan warna presisi hingga 90%, tajam, dan tidak luntur.
Ubah desain Anda menjadi kain sasirangan siap pakai. Mudah, cepat, dan hasilnya berkualitas. Hanya di Inoui Print!
Pertanyaan Seputar Kain Sasirangan
1. Apa yang membuat kain sasirangan berbeda dari kain tradisional lainnya?
Kain sasirangan dibuat dengan teknik pewarnaan ikat khas yang menciptakan motif simbolik dan unik. Pola ikatannya memberikan tampilan yang khas dan mudah dikenali.
2. Bagaimana peran kain sasirangan di dunia mode saat ini?
Kain sasirangan semakin banyak digunakan dalam fashion modern. Banyak desainer mengadaptasi motif tradisionalnya untuk busana kontemporer yang tetap bernilai budaya tinggi.
3. Apakah semua motif kain sasirangan punya makna tertentu?
Ya. Hampir semua motifnya mengandung simbol atau filosofi, mulai dari nilai spiritual, alam, hingga kehidupan sosial.
4. Apakah kain sasirangan hanya untuk pakaian adat?
Tidak. Sekarang kain ini juga digunakan untuk tas, aksesori, dekorasi interior, dan produk kreatif lainnya.
5. Bisa kah saya membuat kain sasirangan dengan desain sendiri?
Bisa. Inoui Print menyediakan layanan digital printing custom, jadi Anda bisa mencetak motif kain sasirangan sesuai desain pribadi di atas kain berkualitas tinggi.
