Panduan Bisnis Fashion

Panduan Lengkap Jenis Kain & Cara Pilih Buat Produk Fashion

Untuk bisa berhasil dalam bisnis fashion, Anda harus bisa memilih jenis kain yang pas agar produk Anda laku. Dengan banyaknya jenis kain dan gramasi (berat kain), Anda tidak boleh tergesa-gesa dalam memilih kain. Bila salah pilih, Anda bisa rugi. Proses produksi bisa berantakan, Anda bisa terkena komplain.

Kami paham betul mengenai hal ini. Tapi jangan khawatir, kami memiliki solusi terbaik untuk Anda. 

Sebelum masuk dalam tahap produksi, ada baiknya Anda mengetahui trend model fashion wanita dan pria terbaru 2022 agar dapat memutuskan model pakaian yang akan Anda rancang.

Panduan ini membahas secara detail mengenai bahan tekstil, jenis kain & kain serat alami (ini sangat spesial).

Dengan membaca lengkap, Anda akan dengan mudah memilih kain yang tepat untuk produksi fashion yang laku di pasaran.

Ingin baca artikel ini nanti? Download artikel dalam format PDF GRATIS!


 

Mengenal Macam-Macam Bahan Tekstil

Mari kenali klasifikasi tipe bahan tekstil & jenis kain berdasarkan bahan pembuatnya.

Klasifikasi Tipe Bahan Tekstil

Pada dasarnya, bahan tekstil terdiri dari 3 klasifikasi utama, yaitu:

A. Kain Serat Alami (Natural Fibers)

Sesuai namanya, kain serat alami merupakan bahan tekstil dari bahan alam, seperti tumbuh-tumbuhan, hewan dan mineral. Bahan tekstil dari jenis kain serat alami dihasilkan secara geologis dan sering didefinisikan sebagai serat berbasis selulosa. Ciri khas utamanya adalah kuat, mudah kusut dan padat.

Setiap jenis serat dari kain serat alami ini bisa dihasilkan dari bagian spesifik dari tanaman, hewan atau mineral, contohnya :

  • Kain serat alami dari tumbuhan sering diambil dari bagian batang, daun, cangkang, dll.
  • Kain serat alami dari hewan biasa diambil dari bulu domba dan hewan lain, termasuk juga bahan tekstil sutra.
  • Kain serat alami berbahan mineral ini umumnya dibuat dari mineral asbestos, yang berasal dari bahan tambang.

Beberapa jenis kain serat alami yang paling populer antara lain:

  • Katun yang terbuat dari tanaman kapas
  • Wol yang berasal dari bulu domba
  • Linen yang berasal dari tanaman lenan
  • Sutra yang diambil dari larva ulat sutra

B. Kain Sintetis (Synthetic Fibers)

Bahan tekstil dari jenis kain sintetis merupakan kebalikan dari kain serat alami. Jenis kain sintetis umumnya diproduksi secara kimiawi dan terdiri dari serat filamen yang saling menyatu, panjang, dan menyambung. Oleh sebab itu, jenis kain sintetis sering diproduksi dalam bentuk gulungan padat berukuran besar.

Kualitas dari jenis kain sintetis otomatis berbeda juga dari kain serat alami. Perbedaan ini menghasilkan kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Bahan tekstil dari jenis kain sintetis bisa bersifat tahan air, sehingga cocok dijadikan pakaian renang. Bahan ini juga bisa dimodifikasi agar memiliki sifat anti kusut, anti noda dan bahkan anti api.

Beberapa jenis kain serat sintetis yang paling populer antara lain:

1. Polyester

Bahan tekstil ini merupakan kombinasi dari batu bara dan petroleum.

2. Spandex

Bahan ini disebut juga bahan tekstil lycra. Jenis kain ini sangat elastis dan merupakan campuran dari berbagai bahan serat.

3. Serat akrilik

Jenis kain ini dibuat dari formasi polymer dengan vinyl atau acrylonitrit yang meniru karakteristik wol, fleece dan bulu hewan.

4. Kain Semi Sintetis (Semi-Synthetic Fiber)

Bahan tekstil terakhir adalah jenis kain semi sintetis. Kain ini terbuat dari campuran kain serat alami dengan struktur polimer dari jenis kain sintetis. Jika sebuah bahan kain serat alami dimodifikasi secara kimiawi, maka hasilnya dikategorikan sebagai bahan tekstil semi sintetis. Seringkali, perpaduan dari kedua jenis kain ini dapat menghasilkan kombinasi yang multifungsi. Hal ini dapat kita temukan pada kain sutra artifisial, yang memiliki penampilan indah, tahan lama, namun harganya lebih terjangkau.

Beberapa jenis kain serat semi sintetis yang paling populer antara lain:

– Rayon
Bahan tekstil dari jenis kain semi sintetis ini direkayasa dari campuran bubur kayu dengan bahan sodium dan carbon. Jenis kain rayon disebut juga kain viscose.

– Sutra Artifisial
Hampir mirip dengan rayon termasuk dari konsepnya, jenis kain ini menyerupai sutra asli.

– Serat Campuran
Termasuk diantaranya adalah polyester-cotton, cotton-lycra, acrylic-wool, dll.

 


 

Keuntungan Menggunakan Kain Serat Alami

Pada dasarnya masing-masing bahan tekstil yang tersedia memiliki keunggulan dan kekurangannya tersendiri. Bagi pegiat industri fashion, pemilihan bahan tekstil dan jenis kain bisa disesuaikan dengan koleksi produk yang diinginkan, desain, hingga berbagai aspek dalam pengembangan produk.

Tidak dapat dipungkiri, trend bahan tekstil makin condong pada jenis kain serat alami. Ini sejalan dengan trend sustainability dan eco-friendly yang semakin mendominasi berbagai industri, khususnya industri fashion. Dengan semakin pedulinya konsumen terhadap bahan tekstil dan jenis kain yang digunakan, kain serat alami akan lebih diminati. Sifatnya yang ramah lingkungan, dari segi produksi maupun dari segi pembuatan, membuat pemilihan produk fashion lebih eco-conscious.

Selain itu, ada juga beberapa keuntungan menggunakan kain serat alami, antara lain:

  • Mudah menyerap (Absorbent)
    Kain serat alami terkenal akan keunggulannya yaitu tingkat serap yang tinggi. Hal ini membuat kain serat alami menjadi pilihan yang pas terutama sebagai bahan baju printing. Tidak hanya untuk industri fashion, kain serat alami masih jadi pilihan untuk kebutuhan rumah tangga seperti seprai, handuk, dan sebagainya.
  • Ramah lingkungan (eco-friendly)
    Jenis kain serat alami yang berasal dari alam tentunya lebih ramah lingkungan, karena tidak mengandung campuran dari bahan atau proses kimiawi. Dalam proses produksi  jenis kain serat alami, dampak terhadap lingkungan dan sekitarnya lebih minim. Beberapa jenis kain serat alami mungkin membutuhkan lebih banyak volume air dalam produksinya. Namun, secara umum, produksi kain serat alami termasuk lebih ramah lingkungan dibanding jenis kain sintetis.
  • Durabilitas tinggi
    Jenis kain serat alami terdiri dari struktur selulosa yang merupakan bahan alami dan terkenal lebih kuat. Jenis kain serat alami, dari tumbuhan maupun hewan, mempunyai durabilitas diatas bahan tekstil lainnya.
  • Bersifat hypoallergenic (unique antibacterial properties)
    Jenis kain serat alami seperti rayon, silk satin dan katun bersifat anti alergi secara alami. Sifat kain ini cocok untuk orang yang punya keluhan kulit sensitif, bayi dan juga anak-anak. Jenis kain serat alami juga memiliki sifat anti bakteri yang unik, terutama karena kain tersebut punya ketahanan terhadap suhu tinggi yang bisa mematikan pertumbuhan bakteri.
  • Mudah menyesuaikan dengan suhu (insulator)
    Jenis kain serat alami merupakan isolator yang baik, sehingga kain serat alami mampu menyesuaikan dengan suhu tubuh. Misalnya, bahan katun yang bisa digunakan untuk memberikan rasa hangat, tetapi pada saat bersamaan cukup breathable sehingga tidak membuat gerah.

 


 

Parameter Memilih Bahan Tekstil Untuk Produk Fashion

Setelah paham dengan pilihan bahan tekstil dan klasifikasi jenis kain, termasuk kain serat alami, saatnya pilih kain sesuai dengan desain dan motif yang diinginkan. Beberapa hal ini bisa dijadikan sebagai patokan saat memilih bahan tekstil untuk produk fashion.

A. Berat Kain

Untuk bahan tekstil, berat kain diukur dalam unit GSM (gram per meter persegi) atau gramase. Besaran GSM ini menentukan berat atau ringannya sebuah bahan tekstil. Biasanya, penggiat fashion bisa mengerti sifat kain berdasarkan gramasinya. Untuk memudahkan para pemula, kain juga dikategorikan sesuai beratnya, yaitu ringan, sedang, dan berat.

B. Cek drape dari bahan tekstil

Untuk produk fashion dengan desain atau motif, pastinya drape atau posisi jatuhnya kain di bagian tubuh mempengaruhi estetika penampilan. Cara mengecek hal ini cukup mudah. Potongan bahan tekstil bisa diposisikan ke tubuh model dan dilihat di depan cermin untuk menilai kecocokan jatuhnya kain.

Pada bahan tekstil seperti sutra, drape yang dihasilkan biasanya lebih ‘jatuh’ alias lunak. Sedangkan pada bahan kain serat alami seperti linen, akan menghasilkan kesan lebih “kaku”. Jika Anda ingin produk fashion yang mengikuti lekuk tubuh, Anda harus mengecek drape dari bahan tekstil yang sedang Anda pertimbangkan.

C. Analisa Properti Kain

Bahan tekstil, baik kain serat alami, sintetis maupun campuran, memiliki properti atau sifat tertentu. Untuk hasil produk akhir yang memuaskan, coba perhatikan 3 komponen berikut:

1. Daya lentur atau stretch

Dengan menarik bahan tekstil ke arah yang berlawanan menggunakan jari, Anda bisa tahu daya lentur atau stretch jenis kain tersebut. Kebanyakan jenis kain akan memiliki elemen kelenturan tertentu. Idealnya, Anda bisa memilih tingkat kelenturan bahan tekstil yang sedang, supaya produk fashion tidak mudah berubah bentuk setelah pemakaian atau pencucian. Namun ini semua akan bergantung pada tujuan fungsional produk akhir yang Anda inginkan.

2. Lebar Kain

Pada umumnya, bahan tekstil tersedia dalam berbagai kelebaran. Lebar kain kecil sekitar 90 cm – 115 cm. Ada juga lebar kain sedang, yang mulai dari 120 cm hingga 140 cm. Kategori terakhir,  lebar kain besar yaitu sekitar 150 cm. Diatas kategori tersebut, ada pula jenis kain sprei yang bisa mencapai lebih dari 2 meter. Sebelum mencetak kain, Anda harus mempertimbangkan matang-matang mengenai lebar kain yang sesuai untuk produk fashion bisnis Anda.

3. Warna

Selalu cek ulang warna dari bahan tekstil yang akan dipilih. Sebelum memilih warna final, cek warna kain pada penerangan ruangan yang berbeda. Gunakan pencahayaan alami saat memilih warna kain, atau tempelkan ke kulit tubuh untuk  memperkirakan kecocokan warna bahan tekstil saat dipakai.

D. Visualisasi Hasil Akhir Project

Mendesain produk fashion memang butuh visi yang jelas. Sebelum memutuskan untuk produksi kain print, persiapkan waktu untuk membayangkan hasil akhir produk fashion. Anda bisa memperkirakan apakah bahan tekstil dengan gramasi, warna, stretch, dan drape yang Anda pilih sesuai dengan rancangan awal.

 


 

Bahan Tekstil Yang Pas Untuk Produk Fashion Anda

Tergantung dari jenis pakaian yang akan diproduksi, ada beberapa pilihan bahan tekstil dan jenis kain yang bisa dipertimbangkan. Berikut sudah dirangkumkan beberapa pilihan jenis kain termasuk kain serat alami yang cocok untuk produk fashion tertentu:

1. Kain Katun

  1. Untuk bahan katun ringan, cocok untuk produk kemeja atau atasan kasual.
  2. Untuk bahan katun yang lebih berat (berat sedang), cocok untuk baju formal atau untuk kebutuhan professional
  3. Untuk bahan katun berat, cocok untuk kemeja atau dress yang bersifat body-fit

2. Kain Rayon Viscose

Kain rayon viscose memiliki kilap dan tingkat kehalusan yang tinggi, menyerupai kain sutra. Selain itu, kain rayon ini memiliki daya penyerapan keringat yang juga mumpuni, layaknya kain katun. Kain rayon viscose dapat dijadikan bahan untuk membuat blus wanita, tunik, gamis, dan rok wanita dalam berbagai variasi.

3. Kain Silk Satin

Kain yang terkenal dengan tampilan elegannya ini cocok untuk berbagai produk fashion formal. Mulai dari gaun pesta, gaun pengantin, celana pendek, blazer, dan juga kebaya, cocok untuk dibuat dengan kain ini.
Catatan: Selalu sesuaikan desain dan kebutuhan bahan tekstil yang akan digunakan.

 


 

Kain Serat Alami Inoui Print

Selain mengetahui jenis kain serat alami yang ada di pasaran, Anda harus mencari supplier kain yang berkualitas tinggi.

Dalam hal ini, Inoui Print dapat menjadi partner terbaik Anda.

Inoui Print sudah berkecimpung di dunia kain print sejak tahun 1951, sehingga kualitas kain yang terbaik tidak bisa dikompromi dalam tiap produksi. Lebih dari 200 klien telah mengetahui kualitas tinggi yang bisa Inoui Print hasilkan. Apakah Anda akan menjadi klien selanjutnya?

Minimum Order

Saat ini Inoui Print menyediakan fleksibilitas minimum order print yaitu 10 meter dengan menggunakan kain Inoui.

 


 

Konklusi

Dalam memilih bahan tekstil, Anda perlu cek parameter bahan kain, seperti berat, drape, dan properti kain lainnya. Kalau Anda belum tahu mau memilih kain apa, Anda bisa pilih kain serat alami. Dengan sifat absorbent, hypoallergenic, tahan lama dan ramah lingkungan, produk fashion Anda akan memiliki fungsionalitas yang lebih tinggi dibanding produk lainnya di pasaran.

Setelah menyimak artikel ini, semoga Anda lebih mudah untuk eksplorasi jenis kain yang sesuai untuk bisnis Anda. Sebagai pegiat industri fashion, pastinya Anda ingin memberikan kualitas dan fungsi yang maksimal bagi konsumen. Untuk pebisnis fashion yang masih mencari kain premium unik dengan pilihan variatif, hubungi segera Inoui Print.

Back to list