- Eco Friendly
- Lyocell Canvas Twill
- Lyco Poplin
- Lyco Linen 40s
- Lyocell 60s
- Lyocell 80s
- Premium Linen Modal
- Koze Intermodal
- Bamboo 40s
- Bamboo Twill
- Tencel Eco 30s Twill
- Ecovero 30s
- Cotton Dobby
- Cotton Rayon 40s
- Rayon 50s
- Rayon 60s
- Rayon 30s
- Rayon Twill 30s
- Viscose Kulit Jeruk
- Rayon Herringbone
- Rayon Satin
- Woven MVS
- Cotton
- Tencel, Linen & Bamboo
- Rayon & Viscose
- Silk
- Voal Polyester
- Other Polyester
Arti Motif Kain Songket Palembang dan Filosofinya dalam Setiap Pola
Tahukah Anda bahwa beberapa motif kain songket tradisional hanya boleh dikenakan oleh bangsawan? Atau selama ini Anda hanya mengenalnya sebagai kain mewah dari Palembang?
Berhenti mengaguminya hanya dari sisi visual. Pelajari juga alasan mengapa kain songket begitu dibanggakan, bahkan mendapat pengakuan dunia berkat motifnya.
Apa Itu Kain Songket?
Kain songket adalah kain tenun tradisional Indonesia yang dibuat secara manual dengan menyisipkan benang emas atau perak ke dalam tenunan sutra atau katun. Teknik inilah yang membuat motifnya tampak berkilau dan mewah.
Benang emas atau peraknya tidak dipilih sembarangan. Sejak masa Kerajaan Sriwijaya, unsur logam mulia ini digunakan untuk melambangkan kemegahan, status sosial tinggi, dan kejayaan. Karena semua proses sepenuhnya dilakukan dengan tangan, pembuatan satu kain songket bisa memakan waktu setidaknya satu bulan karena kerumitannya yang memerlukan keahlian dan ketelitian pengrajin.
Hingga kini, kain songket tetap digunakan dalam berbagai acara penting seperti upacara adat, pernikahan, dan acara resmi lainnya, sekaligus menjadi simbol kebanggaan budaya Indonesia.
Sejarah Singkat Kain Songket

Sumber: Pinterest
Kain songket sudah dikenal sejak masa Kerajaan Sriwijaya, tepatnya pada abad ke 7 sampai abad ke 13. Awalnya, benang yang digunakan berasal dari serat alami seperti serat rami, pisang, nanas, atau katun yang tumbuh di wilayah pesisir.
Palembang adalah pusat perkembangan kain songket. Karena kualitas dan keindahannya, songket dari Palembang dijuluki sebagai ‘Ratu Segala Kain’. Dari kota ini, kain songket menyebar ke wilayah lain seperti Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya, Thailand, Kamboja, dan sebagian Jawa. Penyebarannya juga dipengaruhi oleh kedatangan pedagang dari Tiongkok, India, dan Timur Tengah yang juga diyakini memperkenalkan teknik tenun.
Beberapa motif kain songket khas seperti Barantai, Lepus, dan Saik Kalamai kini telah dipatenkan karena nilai sejarah dan simboliknya. Bahkan, tidak semua orang boleh memakainya. Dulu, hanya bangsawan atau tokoh adat yang boleh mengenakan kain songket dengan benang emas atau motif tertentu.
Apa Saja Motif Kain Songket dan Makna Filosofinya
Setiap pola motif kain songket punya makna filosofis yang kaya akan nilai budaya dan adat Palembang. Berikut adalah jenis-jenis motif kain songket beserta artinya:
1. Motif Songket Lepus
Sumber: Pinterest
Motif pertama dan paling khas Palembang. Hampir seluruh permukaan kain tertutupi benang emas. Terdiri dari varian seperti Lepus Berekam, Berantai, dan Penuh. Motif ini melambangkan kemewahan, perlindungan, dan status sosial tinggi karena keindahan dan kerumitan anyaman.
2. Motif Pucuk Rebung

Sumber: Pinterest
Motif ini selalu muncul di bagian kepala atau ujung kain. Bentuknya menyerupai pucuk bambu muda. Filosofinya mencerminkan kekuatan, ketangguhan, dan harapan akan keberuntungan dalam hidup.
3. Motif Songket Tabur

Sumber: Pinterest
Motif taburan kecil seperti bintang atau bunga yang tersebar merata. Contoh variannya adalah Tawur Lintang dan Tawur Nampan Perak. Motif ini melambangkan kesuburan, keindahan, dan berkah yang melimpah.
4. Motif Bungo Pacik

Sumber: Pinterest
Motif bunga bintang bersudut delapan yang sering dipadukan dengan motif bunga lainnya. “Pacik” merujuk pada perempuan Arab, yang mencerminkan harmoni budaya dan simbol kesucian serta kehormatan perempuan.
5. Motif Limar Mentok

Sumber: Pinterest
Salah satu jenis motif kain songket limar khas Palembang. Benangnya berwarna-warni seperti hijau, kuning, biru, ungu, merah, dan hitam dengan perpaduan motif flora, fauna, dan bentuk geometris. Motif ini menggambarkan perjalanan hidup, keragaman, dan keharmonisan antara manusia dan alam.
6. Motif Bungo Cino

Sumber: Pinterest
Ini adalah motif bunga yang dipengaruhi budaya Tionghoa. Motif ini muncul pada era pemerintahan Sultan Ahmad Najamuddin dan diciptakan untuk perempuan keturunan Cina Muslim sebagai bentuk pengakuan status dan identitas budaya mereka. Warna cerah dan pola bunganya mencerminkan kebahagiaan, kesucian, dan penghormatan terhadap keberagaman budaya.
7. Motif Songket Tretes

Sumber: Pinterest
Motif Tretes adalah motif khusus yang hanya ada di ujung kain serta pinggir kain, sedangkan bagian tengah kain kosong tanpa motif. Motif kain songket yang terpusat di ujung ini melambangkan kekhususan fungsi kain dalam acara adat, misalnya untuk upacara, yang menunjukkan fokus pada simbolisme dan kesakralan bagian tertentu kain. Selain itu, bagian polos yang luas menandakan kesederhanaan.
8. Motif Kembang Inti dan Pinggiran

Sumber: Pinterest
Motif Kembang Inti dikelilingi oleh sejumlah motif pinggiran yang tersusun berurutan, umumnya menggunakan motif Tretes, Umpak Ujung, Apit, Tawur, Umpak Pangkal, dan Ombak. Kembang Inti melambangkan kehidupan, kesucian, kebahagiaan, dan keberuntungan. Motif kain songket ini juga dianggap sebagai ‘jantung’ songket yang memancarkan nilai-nilai estetika sekaligus filosofi kehidupan.
Sementara motif Pinggiran biasanya merupakan ragam hias geometris, flora, atau fauna yang mengelilingi motif inti secara harmonis. Menurut kajian budaya, motif pinggiran ini melambangkan kebijakan, ketertiban, dan perlindungan yang dijalankan oleh kerajaan dalam bidang ketatanegaraan, politik, dan pertahanan.
Penggunaan Kain Songket di Masa Kini
Meskipun songket memiliki akar budaya yang kuat, kain ini masih digunakan secara luas dalam upacara adat, pernikahan, dan acara resmi di wilayah Palembang dan daerah Melayu lainnya. Selain itu, kain songket juga mulai diadaptasi menjadi desain busana modern dan aksesori untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Misalnya, desainer dan UMKM songket asal Palembang aktif menampilkan songket di ajang Jakarta Fashion Week 2025, dengan menggabungkan motif kain songket tradisional dengan sentuhan kontemporer untuk menarik generasi muda dan pasar global.
Kreasikan Motif Kain Songket Bersama Inoui Print
Buat apa meniru kalau Anda bisa punya motif kain songket hasil karya sendiri? Di Inoui Print, Anda bisa cetak desain motif songket sendiri di atas kain ATBM Twist yang halus dan punya kilau layaknya songket asli.
Hasil warnanya pun presisi hingga 90%, tajam, tidak luntur, dan tampak mewah saat dikenakan berkat teknologi digital printing yang menggunakan mesin impor berkualitas tinggi. Cukup mulai dari 10 meter saja, desain Anda bisa langsung dicetak dan dikirim dalam 7–14 hari kerja.
Jangan hanya jadi penikmat, jadilah pencipta. Segera kirim dan diskusikan desain Anda dengan tim kami melalui WhatsApp untuk mewujudkanya!
Pertanyaan Seputar Motif Kain Songket
- Apa yang dimaksud dengan kain songket?
Kain songket adalah kain tradisional yang dihiasi dengan benang emas atau perak, biasanya digunakan dalam upacara adat atau acara penting. - Apa saja motif yang ada pada kain songket?
Motif kain songket Palembang yang sering dijumpai adalah Lepus, Tabur, Limar, dan motif bunga-bunga. - Apa makna di balik motif-motif kain songket?
Setiap motif memiliki makna simbolis, seperti motif bunga yang melambangkan keindahan, dan motif awan yang berarti ketenangan dan perlindungan. - Kapan kain songket digunakan?
Kain songket biasanya digunakan dalam acara adat, pernikahan, dan upacara penting lainnya. - Bagaimana kain songket dibuat?
Kain songket dibuat dengan teknik tenun tangan yang rumit, menggunakan benang emas atau perak untuk menciptakan motif yang indah.
